Nota Kehidupan

University of Life

Bahagia Dalam Diri Sendiri

self image

Melihat keluar untuk mencari bahagia bukanlah salah. Bahkan sesekali kita perlu melihat keluar atau dunia luar untuk mengubah pattern hidup  yang sudah terlalu rutin. Kadangkala kelainan penting untuk menyegarkan kembali mood yang sudah lesu.

Namun terlalu memandang keluar sehingga lupa untuk memandang ke dalam diri sendiri mungkin meletihkan. Ini kerana mengenali diri sendiri sudah cukup mengenalkan kita erti berterima kasih, erti bersyukur dan erti bahagia. Siapa yang mengenali dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.

Pada diri seseorang insan itu sudah terlalu banyak anugerah dan nikmat yang tidak terhitung untuk disyukuri. Ambil satu contoh; mata. Dengan mata inilah kita melihat alam yang terbentang luas dan indah. Dengan mata inilah kita mlihat dan mengenali oran-orang yang disayangi seperti ibu, ayah, suami, isteri, anak-anak, kawan dan lain-lain. Tanpa deria penglihatan ini kita tidak mampu melihat, kita mungkin rabun teruk atau buta. Sejauh mana ikhtiar yang dapat kita lakukan jika kita menghadapi situasi tersebut? Mungkin kita terpaksa mengharapkan bantuan orang lain. Pergerakan kita juga turut terbatas.

Justeru itulah penting untuk kita syukuri nikmat penglihatan yang kita ada sekarang ini. Terima kasih kepada yang Maha Pengurnia. Sesungguhnya Dia memberi kita kurniaan ini dengan penuh kasih dan sayang. Buktinya kita masih dapat melihat walaupun ada kalanya kita melakukan sesuatu yang dimurkaiNya. Kita masih berpeluang melihat keindahan alam walaupun adakalanya kita melupakanNya. Kita masih dapat melihat orang-orang yang kita kasihi walaupun ada kalanya kita menyakiti hati mereka. Betapa Pengasihnya Tuhan yang Maha Esa.

Itu baru satu pancaindera yang ada pada diri kita. Ada beratus lagi pancaindera, organ, tulang, urat saraf yang sudah sedia kita miliki tetapi tidak pernah kita refleksi diri. Kita terlalu sibuk. Sibuk dengan bermacam-macam perkara. Kita terlupa melihat diri kita sendiri yang penuh dengan nikmat yang tidak mungkin dapat dinafikan. Sekiranya kita selalu berbalik kepada diri sendiri, kita akan insaf kerana Tuhan sayangkan kita melebihi kita menyayangi diri kita sendiri. Tuhan mengasihi dan prihatin kepada kita melebihi diri kita sendiri.

Berikan ruang untuk diri sendiri berbicara. Berikan peluang untuk fikiran meneroka keajaiban penciptaan Tuhan melalui diri sendiri. Berikan ruang untuk hati merasai kehebatan Ilahi. Hanya izinkan. Nescaya anda akan rasa kebahagiaan itu ada di hati anda sendiri.

bit.ly/kalbuindah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 4, 2014 by in Inspirasi dari Kehidupan and tagged , , , , , , .
%d bloggers like this: